Peran John D. Rockefeller dalam Evolusi Sistem Pendidikan di Amerika Serikat
Pengenalan John D. Rockefeller
John D. Rockefeller dikenal sebagai salah satu pengusaha minyak terkemuka di Amerika Serikat. Karirnya dimulai sebagai pebisnis komoditi makanan sebelum beralih ke industri minyak pada era 1860-an. Dengan mendirikan Standard Oil Company bersama rekannya, Rockefeller berhasil menguasai hampir seluruh bisnis minyak di Amerika pada tahun 1882. Namun, menjelang awal abad ke-20, perhatian Rockefeller beralih ke kegiatan amal dan pendidikan.
Tantangan dalam Mencari Tenaga Kerja
Rockefeller menghadapi tantangan dalam mencari tenaga kerja yang patuh untuk mengoperasikan kilang minyaknya. Sebagian besar masyarakat Amerika pada saat itu, terutama para petani dan peternak, memiliki sikap mandiri yang menyulitkan pengaturan mereka. Kekurangan pekerja yang siap mengikuti perintah mendorong Rockefeller untuk mencari solusi baru, termasuk dengan mengadaptasi sistem pendidikan yang ada di Prusia.
Pendidikan di Prusia dan Pengaruhnya
Horace Mann, yang diangkat sebagai sekretaris Massachusetts Board of Education pada tahun 1837, memainkan peran penting dalam reformasi pendidikan di Amerika. Pada tahun 1843, Mann melakukan perjalanan ke Prusia untuk mempelajari sistem pendidikan di sana. Ia menemukan bahwa meskipun sistem tersebut mengandung unsur indoktrinasi, ia berhasil menciptakan generasi muda yang patuh dan disiplin.
Peran Rockefeller dalam Revolusi Pendidikan
Mann kemudian menyebarkan ide-ide tentang sistem pendidikan Prusia di Amerika, yang semakin memperkuat keterlibatan Rockefeller yang mulai muncul. Rockefeller, bersama dengan pemikir pendidikan seperti John Dewey, yang mengusung ideologi sosialisme Fabian, mendukung reformasi sistem pendidikan yang bertujuan untuk menciptakan pekerja yang patuh. Mereka menerapkan metode pengkondisian seperti stimulus-respons dalam pendidikan.
Investasi dalam Pendidikan
Rockefeller menginvestasikan ratusan juta dolar untuk mendirikan sekolah-sekolah dan mengusulkan kurikulum baru kepada pemerintah. Pada tahun 1900, 34 negara bagian di Amerika Serikat menerapkan peraturan pendidikan publik, dan pada tahun 1919, mayoritas negara bagian mewajibkan anak-anak untuk mengikuti pendidikan dasar di sekolah umum.
Kurikulum yang Mengadaptasi Lingkungan Pekerjaan
Kurikulum di sekolah-sekolah tersebut dirancang untuk mencerminkan lingkungan kerja pabrik. Waktu sekolah berlangsung selama delapan jam, dengan aturan ketat seperti izin untuk ke toilet dan bel sebagai tanda istirahat. Sistem ini bertujuan untuk membentuk mental anak-anak menjadi patuh dan fokus pada ketaatan, bukan kreativitas.
Implikasi dari Sistem Pendidikan
Rockefeller menginginkan sistem pendidikan yang menghasilkan pekerja yang tidak memberontak. Kutipan terkenal dari Rockefeller, "Saya tidak menginginkan negara pemikir, saya ingin negara pekerja," jika benar adanya, menunjukkan bahwa tujuan pendidikan publik saat itu adalah untuk menciptakan masyarakat yang siap menjadi pekerja.
Pendidikan di Indonesia dan Parallelnya
Di Indonesia, pada awal abad ke-20, pendidikan juga digunakan untuk menciptakan pegawai yang terampil untuk memenuhi kebutuhan penjajahan Belanda. Hingga kini, masih terdapat kecenderungan pada orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka agar menjadi pegawai, ketimbang mengejar jalur wirausaha atau ekonomi kreatif lainnya.




