PLN Batam Berkomitmen Wujudkan Kota Batam Tanpa Kabel Listrik yang Semrawut
Pulau Batam, yang terletak di Kepulauan Riau, telah mengalami transformasi signifikan sejak pengembangannya dimulai pada tahun 1970-an. Berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, Batam dulunya merupakan hutan belantara yang minim aktivitas ekonomi. Namun, seiring berjalannya waktu, pulau ini telah berkembang menjadi kota modern dengan infrastruktur yang terencana.
Sejalan dengan program penataan kota yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Batam, PT PLN Batam berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dengan memperhatikan estetika kota. Salah satu langkah yang diambil adalah pembangunan jaringan saluran kabel tegangan menengah (SKTM) yang ditanam di dalam tanah. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi gangguan akibat kabel listrik yang terlihat semrawut di area publik.
Vice President of Public Relations PLN Batam, Bukti Panggabean, menyampaikan bahwa saat ini 95 persen jaringan listrik di Batam sudah menggunakan kabel bawah tanah. Total panjang jaringan SKTM yang terpasang mencapai 1.678,48 kilometer. Sisa 5 persen kabel yang belum ditanam berada di sejumlah daerah seperti Tanjung Piayu dan Batu Aji, yang masih terlihat di permukaan.
Bukti menjelaskan bahwa pembangunan jaringan bawah tanah ini telah dilakukan secara bertahap sejak tahun 1993. Meskipun terlihat rapi, pemeliharaan jaringan bawah tanah lebih menantang karena tidak dapat diakses secara langsung. Tim PLN harus menggunakan peralatan khusus untuk melakukan deteksi dan pemeliharaan.
Adapun tidak ada syarat khusus dalam pembangunan jaringan listrik bawah tanah, namun PLN Batam mengikuti master plan yang telah ditetapkan. Dengan adanya jaringan bawah tanah, diharapkan pelayanan kelistrikan di Kota Batam menjadi lebih handal dan mendukung keindahan kota.
Bukti juga berharap bahwa dengan penataan yang baik, Kota Batam akan semakin menarik bagi investor dan wisatawan, serta dapat berperan sebagai pintu gerbang internasional yang strategis di Indonesia.




