Profil dan Analisis Saham NTBK PT Nusatama Berkah Tbk di BEI
Sumber Foto: SERUJI
Ekonomi

Profil dan Analisis Saham NTBK PT Nusatama Berkah Tbk di BEI

Kutipan News - EOD: harga penutupan sebelumnya

SERUJI.CO.ID – PT Nusatama Berkah Tbk merupakan salah satu emiten manufaktur kendaraan khusus di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham NTBK, yang belakangan ramai diperbincangkan pelaku pasar, mulai dari lonjakan harga saham yang liar hingga rumor kemitraan dengan raksasa kendaraan listrik asal China.

Di balik hiruk-pikuk tersebut, NTBK sejatinya adalah pemain lama di industri fabrikasi truk dan kendaraan berat untuk sektor tambang, migas, dan kehutanan. Artikel ini mengupas profil lengkap NTBK, riwayat IPO, struktur pemegang saham, direksi-komisaris, rencana ekspansi 2026, hingga kinerja keuangannya, tervalidasi hingga 5 Juli 2026.

Profil Perusahaan PT Nusatama Berkah Tbk

PT Nusatama Berkah didirikan pada 26 Juni 2009 oleh dua lulusan Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), Ir. Bambang Susilo dan Ir. Ismu Prasetyo. Perseroan dikenal dengan nama dagang Nusatama Special Vehicle dan bergerak di bidang fabrikasi kendaraan khusus untuk menunjang industri hulu-hilir minyak dan gas, pertambangan mineral dan batu bara, kehutanan, serta transportasi logistik komersial.

Kantor pusat perseroan berlokasi di 18 Office Park Lantai 6 Suite C, Jl. TB Simatupang Kav. 18, Jakarta 12520, dengan fasilitas pabrik di Jl. Raya Narogong Km. 14, Pangkalan V, Bantar Gebang, Bekasi 17152.

Produk unggulan NTBK meliputi side dump trailer berkapasitas hingga 120 m3, logging pole trailer, flat deck high bed dan low bed trailer, tangki bahan bakar dan air spesifikasi tambang, truck crane, transit mixer dengan teknologi powder coating, hingga vacuum truck dan road sweeper.

Dengan kapasitas produksi sekitar 100 unit per bulan dalam satu shift kerja, perseroan telah menangani lebih dari 300 proyek produksi dan fabrikasi sejak beroperasi, melayani segmen hauling tambang, overburden removal, transportasi BBM, transportasi semen dan beton siap pakai, hingga angkutan kayu industri. Perseroan mengusung identitas korporat "Delivering Quality" yang ditegaskan kembali dalam Rapat Umum Pemegang Saham dan Public Expose 2026.

Perjalanan IPO Saham NTBK

NTBK resmi melantai di BEI pada 9 Februari 2022 sebagai emiten ke-7 yang tercatat pada tahun tersebut, melepas 700.000.000 saham baru bernilai nominal Rp10 dengan harga penawaran Rp100 per saham, sehingga meraup dana segar sekitar Rp70 miliar.

Penjamin pelaksana emisi efek IPO ini adalah PT Danatama Makmur Sekuritas dan PT Surya Fajar Sekuritas. Sebagai insentif tambahan, setiap saham NTBK baru turut disertai satu Waran Seri I secara cuma-cuma dengan harga pelaksanaan Rp120 per saham, yang dapat dieksekusi mulai 16 Agustus 2022. Dana hasil IPO dialokasikan untuk modal kerja (87,21%), pembelian mesin produksi (6,02%), dan perluasan area produksi (6,77%).

Sebelum IPO, komposisi pemegang saham NTBK terdiri dari PT Reborn Capital 70%, Andri Budhi Setiawan 14%, Wulan Lukita Dewi 6%, serta Bambang Susilo dan Ismu Prasetyo masing-masing 5%. PT Reborn Capital sendiri dimiliki oleh Bambang Susilo dan Ismu Prasetyo dengan porsi masing-masing 50%, menjadikan keduanya sebagai pengendali utama perseroan sejak awal berdiri hingga saat ini.

Struktur Pemegang Saham NTBK

Total saham beredar saham NTBK saat ini tercatat sebanyak 2.700.064.877 lembar, relatif tidak berubah sejak IPO 2022 karena rencana rights issue dan pelaksanaan Waran Seri I belum banyak terealisasi. Berdasarkan keterbukaan informasi BEI terbaru, berikut komposisi pemegang saham NTBK:

Pemegang Saham Jumlah Saham Persentase

PT Reborn Capital (pengendali, dimiliki Bambang Susilo & Ismu Prasetyo masing-masing 50%) 1.400.000.000 51,85%

Masyarakat/Publik 753.000.000 27,89%

Ir. Bambang Susilo (Direktur Utama, kepemilikan langsung) 102.000.000 3,78%

Pihak lain (termasuk Andri Budhi Setiawan, Wulan Lukita Dewi, Ismu Prasetyo langsung, dan pemegang saham individu lain) 445.064.877 16,48%

Direksi dan Komisaris NTBK

Nama Jabatan Keterangan

Ir. Bambang Susilo Direktur Utama Salah satu pendiri perseroan sejak 2009, lulusan Teknik Mesin ITB

Ir. Ismu Prasetyo Direktur Salah satu pendiri perseroan sejak 2009, lulusan Teknik Mesin ITB

Andri Budhi Setiawan Komisaris Utama –

Ir. Hilman Risan Komisaris –

1 2

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

EV Truck

IPO 2022

NTBK

Nusatama Berkah

saham manufaktur

Saham NTBK

BERITA TERKAIT

Siapa Pemilik TLKM, BBCA, ASII, HMSP? Cek Ribuan Data Pemegang Saham Emiten BEI Secara Realtime

Gurita Saham Happy Hapsoro Suami Puan Maharani: 10 Emiten, 3 Kendaraan, 1 Nama

Siapa Sebenarnya Pemilik Saham Perusahaan-Perusahaan di Bursa? Data KSEI Februari 2026…

Saham MUTU PT Mutuagung Lestari Tbk: Profil, Pemegang Saham & Analisa

Cek Siapa Pemilik Saham Incaran Kamu Sebelum Beli — Fitur Baru SERUJI Ini Wajib Dicoba Trader BEI

TINGGALKAN KOMENTAR

Komentar:

Nama:*

Email:*

Simpan nama, email, dan situs web saya di browser ini untuk lain kali saya berkomentar.

Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel.

ARTIKEL TERBARU

Kata Pakar

Angka Ajaib itu bernama “Indeks Persepsi Korupsi”

Opini

Batalnya Kenaikan Harga BBM Premium, Efek Elektoral dan Persepsi Ekonomi

Opini

Jokowi Berjuang Untuk Taklukkan Jawa Barat?

Opini

Menguji Syarat Permintaan Red Notice Terhadap Habib Rizieq

BERITA TERBARU

Keuangan

Saham LAPD PT Leyand International Tbk: Profil, Pemegang Saham & Analisa

Senin, 6 Jul, 2026 | 14:48

Peristiwa

Heboh!! Perpres Baru Prabowo Masukkan LGBTQ dalam Daftar Ancaman Nasional!

Senin, 6 Jul, 2026 | 11:08

Peristiwa

Indonesia Absen di Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Dino Patti Djalal: Takut ke AS?

Senin, 6 Jul, 2026 | 09:21

Timur Tengah

Breaking: Bongkar Dinding Rumah Wamen, Petugas Temukan Uang Jutaan Dolar AS

Minggu, 5 Jul, 2026 | 21:33

Keuangan

Saham MUTU PT Mutuagung Lestari Tbk: Profil, Pemegang Saham & Analisa

Minggu, 5 Jul, 2026 | 13:09

Keuangan

Sandiaga Uno Nyemplung ke Saham “Receh” MUTU, Ada Apa Sebenarnya?

Minggu, 5 Jul, 2026 | 12:17

Muat lebih banyak