Rian Hidayat: Pentingnya Menjaga Etika dalam Kebebasan Pers
Sumber Foto: kutipan.co
Kutipan Publik

Rian Hidayat: Pentingnya Menjaga Etika dalam Kebebasan Pers

Ketua DPD NasDem Kabupaten Natuna, Rian Hidayat, menanggapi dengan serius cover Majalah Tempo edisi 12 April 2026. Ia menyatakan bahwa kritik merupakan elemen yang sangat penting dalam kehidupan demokrasi.

Rian menekankan bahwa kebebasan pers harus dihormati sebagai salah satu pilar utama demokrasi, namun pelaksanaannya harus disertai dengan tanggung jawab dan penghormatan terhadap etika. "Visual yang ditampilkan pada cover tersebut tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga dapat dianggap sebagai penggambaran yang kurang proporsional terhadap sosok Surya Paloh," ujarnya.

Menurutnya, ilustrasi dan simbol yang digunakan dalam media memiliki dampak signifikan dalam membentuk opini publik. Penyajian yang merendahkan martabat seseorang berpotensi menciptakan persepsi yang tidak objektif, sehingga kritik yang disampaikan tidak lagi bersifat konstruktif.

"Kami meyakini bahwa media memiliki peran strategis dalam menjaga kejernihan berpikir masyarakat. Kritik yang tajam dapat disampaikan tanpa merendahkan kehormatan individu," tegas Rian.

Rian berpendapat bahwa di sinilah kualitas sebuah media diuji, yakni kemampuannya untuk menyampaikan pesan secara tegas namun tetap menjaga nilai-nilai etika dan kepatutan. Sebagai figur publik, Surya Paloh terbuka terhadap berbagai kritik, tetapi kritik seharusnya disampaikan berdasarkan substansi persoalan, bukan melalui pendekatan visual yang dapat menimbulkan kesan merendahkan.

"Perbedaan pandangan adalah hal yang lumrah dalam demokrasi, tetapi cara penyampaiannya harus mencerminkan sikap yang dewasa dan berintegritas," tambahnya.

Rian berharap agar media dapat terus menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab moral kepada publik. Menurutnya, yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi individu, tetapi juga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media itu sendiri.

"Kritik boleh disampaikan secara tegas, tetapi etika harus tetap menjadi batas. Jangan sampai kebebasan yang ada justru kehilangan arah dan makna," pungkasnya.