Saham AS Naik Setelah Putusan Tarif, Fokus Kini Pada Kinerja Nvidia
Pada penutupan perdagangan tanggal 20 Februari, Dow Jones Industrial Average naik 230,81 poin (0,5%) menjadi 49.625,97. S&P 500 naik 47,62 poin (0,7%) menjadi 6.909,51, sementara Nasdaq Composite bertambah 203,34 poin (0,9%) menjadi 22.886,07.
Secara keseluruhan untuk minggu ini, S&P 500 naik hampir 1,1%, kinerja terbaiknya sejak awal Januari 2026. Nasdaq juga mengakhiri penurunan selama lima minggu berturut-turut dengan kenaikan lebih dari 1,5%. Dow Jones juga naik 0,25%.
Fokus pasar di akhir pekan adalah putusan Mahkamah Agung AS. Dengan suara 6-3, pengadilan memutuskan menentang kewenangan Presiden AS untuk memberlakukan tarif pembalasan komprehensif berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) tahun 1977.
Keputusan ini awalnya meningkatkan sentimen pasar, dengan harapan bahwa penghapusan tarif akan membantu mengurangi inflasi. Namun, euforia tersebut agak meredam setelah Presiden Trump mengumumkan bahwa ia akan menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan tarif global 10% berdasarkan undang-undang terpisah.
Menurut Mark Malek, kepala bagian investasi di Siebert Financial, putusan tersebut telah mengganggu kebijakan Gedung Putih dan memperkirakan bahwa ketidakpastian akan tetap signifikan. Namun, Jeff Buchbinder, kepala ahli strategi ekuitas di LPL Financial, percaya bahwa jika penurunan tarif membantu mendinginkan inflasi, hal itu dapat meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve pada akhir tahun ini.
Selain masalah tarif, data pertumbuhan ekonomi juga merupakan faktor yang perlu diperhatikan. Sebuah laporan yang dirilis pada hari yang sama menunjukkan bahwa ekonomi AS hanya tumbuh sebesar 1,4% pada kuartal keempat tahun 2025, jauh lebih rendah dari perkiraan sebesar 2,5%. Alasan utamanya diyakini adalah penutupan pemerintahan yang berkepanjangan selama periode ini.
Pekan depan diprediksi akan menjadi ujian penting bagi pasar, terutama untuk saham-saham teknologi, karena produsen chip Nvidia akan merilis laporan pendapatannya pada tanggal 25 Februari (waktu setempat).
Nvidia, perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar tertinggi di dunia, saat ini memegang peran sebagai "indikator utama" bagi seluruh pasar saham kecerdasan buatan (AI). Menurut perusahaan jasa keuangan Empower, ekspektasi terhadap kinerja Nvidia yang luar biasa telah menjadi tema yang berulang, sehingga semakin sulit bagi perusahaan untuk menciptakan kejutan lebih lanjut bagi pasar.
Investor akan memantau dengan cermat tidak hanya angka pendapatan tetapi juga komentar CEO Jensen Huang tentang prospek permintaan dari klien-klien utama. Sinyal negatif apa pun dapat memberikan tekanan pada seluruh ekosistem AI, yang sudah berada di bawah pengawasan ketat terkait kinerja investasi.
Selain Nvidia, laporan dari perusahaan perangkat lunak besar seperti Salesforce dan Intuit juga akan dipantau dengan cermat di tengah kekhawatiran bahwa AI akan mengganggu model bisnis mereka. Selain itu, pidato kenegaraan Presiden Trump pada tanggal 24 Februari, bersama dengan laporan dari jaringan ritel besar seperti Home Depot dan Lowe's, juga akan menarik perhatian pasar.




