Seringai Bahas Pemerkosaan 1998 di Soundrenaline 2026
Kutipan News - BAND heavy metal asal Jakarta, Seringai, mengangkat tema pemerkosaan massal 1998 dalam penampilan mereka di Soundrenaline Sana Sini pada 18 Juli 2026. Dalam setlist yang berlangsung selama satu jam, band ini membawakan lagu-lagu dari album terbaru mereka, IV: Anastasis.
Awal Kejadian
Penampilan Seringai dimulai pada pukul 18.00 di Taman Kota Peruri Stage, di mana mereka menyapa penonton dengan ucapan terima kasih sambil mengenang perjalanan musik mereka. Vokalis Arian Arifin menyampaikan bahwa album IV: Anastasis dibuat sepeninggal almarhum Ricky Siahaan dan menandai bergabungnya dua gitaris baru, Angga Kusuma dan Darma Respati.
Perkembangan
Dalam penampilan tersebut, Seringai membawakan lagu “Melunaskan Dendam” dan “Membungkam 98”, yang secara khusus menyoroti isu pemerkosaan massal 1998. Arian menjelaskan, lagu ini mengkritik rezim saat ini yang berusaha membungkam cerita sejarah tersebut. Selain itu, mereka juga membawakan lagu “Sejati” yang merefleksikan pertemanan di usia dewasa, dan “Tragedi” yang membahas kondisi sosial dan upaya menciptakan konflik antara rakyat.
Selanjutnya, lagu “Pulang” dihadirkan dengan tema kesehatan mental, di mana Arian berbagi pengalamannya mengenai depresi yang dialami banyak orang. Penampilan mereka berlanjut dengan lagu “Individu Merdeka” dan “Sang Lelaki”, yang membahas kekerasan verbal.
Kondisi Terakhir
Penampilan Seringai ditutup dengan lagu populer “Dilarang di Bandung”, diikuti dengan lagu “Selamanya” sebagai penutup. Aksi panggung Seringai berhasil menarik perhatian penonton dan menciptakan suasana yang energik di Soundrenaline 2026.




