Sherina Munaf Unggah Kutipan yang Diduga Terkait dengan Perceraian, Memicu Spekulasi Publik
Sumber Foto: TribunStyle.com
Kutipan Publik

Sherina Munaf Unggah Kutipan yang Diduga Terkait dengan Perceraian, Memicu Spekulasi Publik

Sherina Munaf kembali menarik perhatian publik setelah mengunggah ulang kutipan yang mengisyaratkan tentang pengkhianatan dalam hubungan. Unggahan tersebut menjadi viral di media sosial dan dianggap sebagai pengakuan tersirat mengenai pengalaman pribadinya.

Kutipan yang dibagikan oleh Sherina menyatakan, "Seumur hidup gue, gue belum pernah ngerasa sakit yang lebih sakit daripada pas diselingkuhin #real :)," mencerminkan rasa sakit yang mendalam akibat perselingkuhan.

Reaksi dari netizen pun beragam, banyak yang mengaitkan unggahan ini dengan kegagalan rumah tangganya bersama Baskara Mahendra. Keduanya resmi bercerai pada Februari 2025, namun selama satu tahun pasca perceraian, mereka memilih untuk tidak mengungkapkan secara jelas penyebab perpisahan tersebut.

Selama proses perceraian, Sherina juga menghadapi sorotan publik terkait isu lavender marriage, yang merujuk pada pernikahan formal yang dilakukan untuk menyembunyikan identitas orientasi seksual salah satu pasangan. Walaupun demikian, narasi ini berbeda dengan keterangan resmi dari pihak pengadilan.

Humas Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Suryana, menjelaskan bahwa gugatan cerai Sherina dikabulkan secara verstek pada 14 Februari 2025, dengan alasan utama kesibukan kerja masing-masing. Sebagai sesama pekerja seni, jadwal padat Sherina dan Baskara membuat mereka sulit untuk bertemu, yang kemudian memicu perselisihan dalam rumah tangga mereka.

"Alasannya adalah perselisihan dan pertengkaran. Faktor utamanya adalah kesibukan kerja masing-masing," terang Suryana. Ia menambahkan bahwa tidak ditemukan faktor lain di luar masalah waktu dan pekerjaan selama proses persidangan.

Majelis hakim sempat berupaya mendamaikan keduanya dan memberikan nasihat untuk mempertahankan rumah tangga yang telah dibangun sejak 2020. Namun, Sherina tetap pada keputusannya untuk mengakhiri pernikahan tersebut.