Taiwan Terapkan Program Rongbang untuk Dukung Pembangunan Ekonomi Negara Pasifik
Sumber Foto: rti.org.tw
Nasional

Taiwan Terapkan Program Rongbang untuk Dukung Pembangunan Ekonomi Negara Pasifik

Kutipan News - “Kantor Dagang dan Ekonomi Rongbang” dan “Perusahaan Ekonomi dan Perdagangan Rongbang” merupakan rencana baru Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan dalam mendorong “Program Rongbang”. Untuk tiga negara sahabat di kawasan Pasifik, MOFA menyatakan bahwa Palau menjadi negara percontohan Program Rongbang, yang dalam beberapa tahun terakhir aktif mendorong pembangunan ekonomi Palau melalui model “koordinasi pemerintah -swasta, besar mendukung kecil”.

Pendekatan ini ke depannya juga akan diterapkan di Tuvalu dan Kepulauan Marshall. Pemerintah Taiwan saat ini tengah berkomunikasi dengan pemerintah sahabat tersebut dan berupaya menjajaki kemungkinan kolaborasi lebih lanjut antara pengusaha Taiwan dengan negara-negara sahabat.

Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) baru-baru ini mengumumkan pembentukan “Kantor Dagang dan Ekonomi Rongbang” dan bekerja sama dengan perusahaan swasta dalam mendirikan “Perusahaan Ekonomi dan Perdagangan Rongbang” untuk bersama-sama mewujudkan Program Rongbang.

Terkait pelaksanaan kebijakan baru ini tiga negara sahabat Pasifik, yakni Palau, Tuvalu, dan Kepulauan Marshall, MOFA menyatakan bahwa pihaknya aktif memahami kebutuhan pembangunan masing-masing pemerintah sahabat. Selain itu, untuk bidang pengolahan makanan, logistik pelayaran, energi bersih, serta teknologi informasi dan komunikasi, MOFA berupaya menjajaki kemungkinan kerja sama antara pengusaha Taiwan dengan mitra di negara-negara sahabat tersebut.

Direktur urusan Asia Pasifik, Kemenlu Micheal Lin Chau-horng mengatakan, “Kemenlu sejak tahun 2024 telah mencantumkan Palau sebagai negara percontohan program kemakmuran Rongbang, di masa mendatang mengadopsi metode “koordinasi pemerintah-swasta, yang besar menuntun yang kecil” secara bertahap menuju pembangunan yang mantap, model ini juga akan direplikasi pada negara sahabat diplomatic di kawasan Asia Pasifik lainnya seperti Tuvalu dan Kepulauan Marshal, untuk mencapai efek armada kemitraan “team of teams”.

Selain itu, gedung parlemen Kepulauan Marshall mengalami kerusakan parah akibat kebakaran pada Agustus tahun lalu dan telah direncanakan untuk dibangun kembali. MOFA menyatakan bahwa proyek ini akan menerima bantuan utama sebesar 13 juta dolar AS dari pemerintah Amerika Serikat, sementara Taiwan dan negara lain akan memberikan dukungan tambahan. Mengenai rincian lebih lanjut, MOFA tengah berdiskusi dengan pemerintah Kepulauan Marshall, dan akan diumumkan kepada publik setelah tercapai kesepakatan.