Webinar Nasional Pemuda Pariwisata: Pelestarian Wisata Sejarah untuk Masa Depan
WARTA LOMBOK - Webinar Nasional Pemuda Pariwisata Nusantara bertajuk “Jejak Sejarah Destinasi Wisata: Merawat Masa Lalu Untuk Masa Depan” berhasil diselenggarakan pada Minggu, 15 Februari 2026, secara daring (dalam jaringan) melalui platform Google Meet.
Kegiatan ini menghadirkan 2 Narasumber, yakni Annisa Fitri S.Tr.Gz. dan Saumul Furqan, di mana mereka adalah orang yang sangat kompeten tentunya dalam bidang pariwisiata.
Pada Webinar ini dipandu oleh I Ketut Sunargil selaku Pembawa Acara dan Naura Citra Ariesty sebagai Moderator, serta diikuti oleh lebih dari 40 Peserta dari berbagai Provinsi di Indonesia.
Dalam sambutan pembuka, Ketua Pelaksana Ahmad Ega menyampaikan apresiasi atas partisipasi Peserta yang sangat tinggi serta kerja keras Panitia dalam menyukseskan acara Webinar Nasional.
Melalui sambutan pembuka tersebut, Ega juga menegaskan agar acara ini bisa dipahami dengan baik oleh para Peserta.
"Semoga apa yang disampaikan Pemateri bisa dipahami sehingga mampu memperkenalkan dan menjaga destinasi wisata di Daerah masing-masing," ucapnya.
Begitupun dalam sambutan yang disampaikan oleh Fasilitator Pemuda Pariwisata, yakni Febi Laeli Puspita, menuturkan apa yang menjadi harapannya dari kegiatan Webinar Nasional ini.
"Semoga Webinar kali ini bermanfaat dan tentu mempunyai kontribusi juga terhadap peduli akan wisata agar tetap terjaga nilai-nilai sejarah yang ada di dalamnya. Semoga Pemuda Pariwisata Nusantara lebih aktif dalam hal komunikasi maupun pengetahuan intelektualnya terhadap sejarah," tuturnya.
Pada sesi pemaparan materi oleh Saumul Furqan (Ami) dan Annisa Fitri S.Tr.Gz., menurut mereka pariwisata berbasis sejarah adalah wisata yang mengangkat nilai masa lalu untuk memberi edukasi, menjaga warisan budaya, dan memberdayakan masyarakat, sehingga pengunjung tidak hanya membawa foto tetapi juga pemahaman dan cerita.
Selain itu, sejarah penting juga turut diangkat lantaran membentuk identitas bangsa, memberi nilai edukatif, dan menciptakan destinasi yang berkelanjutan.
Menurut mereka, tantangannya saat ini adalah komersialisasi, kurangnya storytelling, dan rendahnya keterlibatan generasi muda.
Oleh karena itu, pengembangannya perlu menerapkan konsep 3P: Preservation (Menjaga Keaslian), Presentation (Menyajikan Secara Menarik), dan Participation (Melibatkan Masyarakat), didukung storytelling dan kolaborasi berbagai pihak agar tercipta wisata yang bermakna dan berkelanjutan.
Sesi diskusi pun berlangsung dinamis melalui tanya jawab interaktif. Salah satu pertanyaan dilontarkan oleh Leony Natalia Maulina, salah seorang Siswi SMA 9 Tanjab Barat Provinsi Jambi.
"Sekarang banyak sekali wisata yang viral, lalu bagaimana cara kita tetap menjaga nilai sejarah destinasi wisata tersebut agar tidak hilang dan terjaga?" tanyanya kepada Narasumber.
Pertanyaan tersebut dijawab oleh kedua Narasumber bahwa viralnya suatu destinasi wisata memang dapat meningkatkan jumlah kunjungan, namun yang terpenting adalah tetap menjaga nilai sejarah, keaslian, dan kelestariannya.
Narasumber menekankan pentingnya edukasi kepada Wisatawan tentang makna dan sejarah tempat tersebut, penyediaan informasi yang memadai, serta peran aktif Pemerintah, Pengelola, dan Masyarakat dalam merawat serta mengawasi destinasi wisata agar tidak rusak oleh tren sesaat.
Selain itu, pemanfaatan media sosial juga dapat diarahkan untuk menyebarkan informasi edukatif, sehingga popularitas yang diperoleh tetap sejalan dengan upaya pelestarian sejarah.
Webinar Nasional ini ditutup dengan penyampaian terimakasih ke Narasumber yang telah berkesempatan untuk memberikan materi kepada para Peserta.




