Behemoth Batalkan Konser di India karena Ancaman Kelompok Fanatik
Sumber Foto: Kompas.com
Hiburan

Behemoth Batalkan Konser di India karena Ancaman Kelompok Fanatik

KOMPAS.com – Band black metal asal Polandia, Behemoth, membatalkan konser mereka yang dijadwalkan berlangsung di India pada 3 Maret 2026.

Pembatalan ini dilakukan menyusul apa yang mereka sebut sebagai “ancaman kredibel” yang berasal dari kelompok fanatik.

Dalam pernyataan resmi di media sosial, pihak band mengungkap bahwa selama beberapa minggu terakhir mereka menerima berbagai ancaman yang disebut memberi tekanan kepada otoritas setempat dan promotor acara agar pertunjukan dibatalkan.

“Ancaman-ancaman ini telah menimbulkan kekhawatiran serius mengenai keselamatan dan keamanan band, termasuk kemungkinan penangkapan atau bahaya fisik,” tulis Behemoth, dikutip Kamis (19/2/2026).

Behemoth menegaskan, keputusan ini bukan kesalahan promotor lokal. Menurut mereka, promotor telah bertindak dengan itikad baik, namun jaminan keamanan dan perlindungan hukum dianggap tidak memadai.

Sebut Ada Tren Sensor terhadap Ekspresi Artistik

Band tersebut juga menyinggung insiden serupa yang terjadi di Turki, di mana mereka sebelumnya membatalkan pertunjukan akibat tekanan kelompok fanatik yang menganggap karya mereka sebagai “propaganda setan”.

“Ini adalah contoh lain dari fanatisme yang mencoba memaksakan diri pada ekspresi artistik,” tulis Behemoth.

Behemoth menilai ada kecenderungan meningkatnya sensor terhadap kebebasan berekspresi di berbagai negara.

Mereka menutup pernyataan dengan pesan kepada penggemar di India, menyampaikan kekecewaan karena tak dapat tampil, serta harapan untuk kembali di masa mendatang.

Baca juga: Inilah Sejumlah Tindak-tanduk Brutal Musisi Black Metal

Kontroversi Hukum Vokalis Behemoth, Nergal

Vokalis Behemoth, Nergal (Adam Darski), memang beberapa kali berhadapan dengan hukum terkait isu penistaan agama di Polandia.

Beberapa kasus yang pernah mencuat antara lain:

2010: Diadili karena merobek Alkitab di atas panggung, namun akhirnya dibebaskan.

2021: Didenda lebih dari 3.000 pound atau setara Rp 68,5 juta setelah mengunggah video menginjak karya seni bergambar Bunda Maria.

2025: Mengumumkan bahwa keadilan “telah ditegakkan” setelah dibebaskan dari tuduhan menyinggung perasaan keagamaan.

Di luar kontroversi, Behemoth tetap aktif secara musikal. Pada 2025, mereka merilis album studio ke-13 bertajuk The Shit Ov God melalui Nuclear Blast.

Terkait judul album yang provokatif, Nergal menyebutnya sebagai pernyataan yang sengaja dibuat konfrontatif dan menolak kompromi artistik.

Pembatalan konser di India ini kembali menyoroti ketegangan antara kebebasan berekspresi dalam seni dan sensitivitas keagamaan di berbagai belahan dunia.