Cadangan BBM Indonesia Hanya 23 Hari, Impor dari AS Menjadi Solusi
Kutipan News - Bloomberg Technoz, Jakarta – Penutupan jalur perdagangan minyak dan gas (migas) di Selat Hormuz membuat harga minyak mentah melonjak tinggi. Pada saat bersamaan, kekhawatiran akan pasokan minyak mentah dan produk bahan bakar minyak (BBM) pun meningkat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan terdapat sekitar 20%—25% minyak mentah yang diimpor oleh Indonesia melewati Selat Hormuz.
Bahlil mencatat total minyak mentah global yang diperdagangkan melewati Selat Hormuz sebesar 20,1 juta barel per hari (bph).
Merespons ditutupnya jalur perdagangan nadi komoditas migas tersebut, Bahlil memutuskan mengalihkan sekitar 25% dari total minyak mentah yang diimpor dari Timur Tengah. Salah satunya, Indonesia akan mulai mengimpor minyak mentah dan BBM dari Amerika Serikat (AS).
Adapun, saat ini status cadangan BBM nasional tercatat tahan selama 23 hari, masih di bawah standar Badan Energi Nasional atau International Energy Agency (IEA) 90 hari cadangan minyak mentah atau produk BBM.
Baca Juga
Telaah Cadangan BBM RI: 23 Hari, Bukan Berarti Segera Habis
Bahlil Pastikan Stok BBM-LPG Aman Jelang Lebaran: di Atas 21 Hari
RI Bakal Bangun Storage Minyak di Sumatra, Batal di Pulau Nipa
Next article →




