Conway: Inflasi Selandia Baru Diperkirakan Kembali ke 2% dalam Jangka Menengah
Kutipan News - Chief Economist Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) Paul Conway menyatakan bahwa inflasi di Selandia Baru diperkirakan akan kembali ke angka 2% dalam jangka menengah. Ia menegaskan bahwa saat ini bank sentral tidak membahas pergeseran ke sikap kebijakan yang lebih ketat.
Awal Kejadian
Dalam pernyataannya, Conway mengungkapkan bahwa konflik di Timur Tengah telah memberikan tantangan bagi kebijakan moneter, mirip dengan guncangan pasokan yang mempengaruhi perekonomian.
Perkembangan
Conway menyampaikan bahwa pemahaman terhadap respons yang tegas terhadap guncangan biaya sangat penting untuk menjaga inflasi tetap rendah dan stabil. Meskipun harga minyak mengalami penurunan, dampak dari guncangan tersebut diperkirakan akan terus ada dalam perekonomian. Ia juga menyebutkan bahwa perkembangan terbaru di Timur Tengah meningkatkan risiko pada prakiraan inflasi kuartal September.
Kondisi Terakhir
Menurut Conway, kebijakan moneter dapat mencegah dampak harga awal berubah menjadi tekanan inflasi yang berkelanjutan. Ekspektasi inflasi jangka menengah tetap kuat, dan kapasitas tambahan dalam perekonomian diperkirakan akan membatasi dampak rambatan. Ia mencatat kemungkinan perlunya pelonggaran tambahan stimulus moneter jika inflasi akibat konflik di Timur Tengah terbukti berkelanjutan. Di pasar, pasangan mata uang NZD/USD tercatat turun 0,09% pada level 0,5756 saat berita ini ditulis.




