Dow Jones Capai Rekor 50.000 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik
Sumber Foto: Liputan6.com
Ekonomi

Dow Jones Capai Rekor 50.000 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

Berikut perjalanan indeks saham acuan di wall street yakni indeks Dow Jones yang pertama kali sentuh 50.000 di tengah ketidakpastian geopolitik.

Perbesar

Tanya apapun tentang artikel ini...

Cari

Paling sering ditanyakan

Kapan Dow Jones mencapai 50.000 untuk pertama kalinya?

Apa makna kenaikan Dow Jones hingga 50.000?

Apakah kenaikan Dow Jones ini terjadi di tengah kondisi pasar yang stabil?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street mencapai tonggak baru. Indeks Dow Jones telah mencapai 50.000 untuk pertama kali. Perjalanan indeks acuan di bursa saham AS yang sentuh 50.000 ini di tengah ketidakpastian geopolitik dan ketegangan Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Mengutip CNN, Minggu (8/2/2026), indeks Dow Jones pada Jumat, 6 Februari 2026 melonjak 1.207 poin atau 2,47% dan ditutup ke posisi 50.115,67. Ini adalah pertama kalinya indeks berusia 129 tahun ini melampui tonggak sejarah 50.00.

BACA JUGA: BUMI: Konflik Timur Tengah Belum Berdampak ke Operasional

BACA JUGA: Harga BBM Naik, Warga Amerika Mulai Lirik Mobil Listrik

BACA JUGA: Antisipasi Dampak Perang AS-Israel vs Iran, InJourney Andalkan Wisatawan Domestik

BACA JUGA: Iran Isyaratkan Absen dari Piala Dunia 2026 | AS Klaim Hancurkan 16 Kapal Iran

Kenaikan Dow Jones menjadi lambang dari kenaikan pasar saham yang terus berlanjut meskipun terjadi peristiwa geopolitik yang bergejolak baru-baru ini. Saham di Amerika Serikat, dan di seluruh dunia telah naik lebih tinggi tahun ini meskipun ada ketidakpastian tentang gejolak di Iran, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa terkait Greenland dan penangkapan Presiden Venezuela Nicholas Maduro oleh AS.

Lonjakan indeks Dow Jones di tengah investor pasar saham juga menilai booming kecerdasan buatan dan mencerna pilihan Presiden Donald Trump atas Kevin Warsh untuk memimpin Federal Reserve.

Wall Street melonjak tajam pada Jumat, pulih setelah penurunan tajam selama tiga hari pada saham teknologi dan perangkat lunak. Indeks S&P 500 yang lebih luas naik 1,97%, dan indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik 2,18%. Dow dan S&P masing-masing mencatatkan kenaikan harian terbaik sejak Mei, sementara Nasdaq mencatatkan kenaikan harian terbaik sejak November.

"Sisi positif dari Dow Jones yang mencapai tonggak baru ini adalah menunjukkan kita melihat perluasan pasar," ujar Chief Investment Officer Composition Wealth, Matt Dmytruszyn.

Ia mengatakan, bukan hanya saham teknologi dan artificial technology (AI) atua kecerdasan buatan, tetapi pelaku pasar juga melihat banyak perusahaan keuangan, industri dan perawatan kesehatan lebih luas mulai dibeli dan diakui secara lebih luas di pasar.

Cerminkan Optimisme Wall Street

Perbesar

Dow Jones yang mencapai 50.000 untuk pertama kalinya mencerminkan optimisme Wall Street tentang ekonomi AS dan hanyalah rekor lain yang kini dipecahkan dalam kenaikan pasar saham selama bertahun-tahun. Indeks Ketakutan dan Keserakahan CNN bergeser dari "ketakutan" menjadi "netral" pada Jumat.

Pada 13 Januari saat menyampaikan laporan laba kuartal IV, CEO JP Morgan Chase, Jamie Dimon menuturkan, ekonomi AS tetap bertahan. “Konsumen tetap belanja, bisnis berjalan sehat,” ujar Dimon.

Namun, ia mengingatkan untuk tetap waspada dan pasar tampaknya kurang mengantisipasi potensi bahaya termasuk dari kondisi geopolitik yang kompleks, risiko inflasi tinggi dan harga aset yang tinggi.

Jalan Panjang Menuju 50.000

Perbesar

Dow didirikan pada 1896 oleh jurnalis Charles Dow dan Edward Jones. Indeks ini awalnya mencakup 12 saham industri termasuk General Electric, National Lead dan Tennessee Coal, Iron and Railroad Company.

Dow lebih tua daripada S&P 500, yang didirikan pada 1957, meskipun pendahulunya telah ada sejak tahun 1928 dan Nasdaq Composite, yang didirikan pada 1971.

Dow pada 1928 berkembang dari 12 saham menjadi 30 saham, dan Dow tetap menjadi indeks 30 saham sejak saat itu. Berbagai perusahaan telah berganti masuk dan keluar dari Dow dari waktu ke waktu, mencerminkan perubahan dan perkembangan ekonomi Amerika.

Dow Jones secara resmi ditutup di atas 1.000 poin untuk pertama kalinya pada 14 November 1972.

Berikut adalah kilas balik tonggak penting lainnya dalam perjalanan menuju 50.000.

Dow Jones resmi ditutup di atas 1.000 poin untuk pertama kalinya pada 14 November 1972.

Dow Jones 10.000: 29 Maret 1999.

Dow Jones 15.000: 7 Mei 2013.

Dow Jones 20.000: 25 Januari 2017.

Dow Jones 30.000: 24 November 2020.

Dow Jones mencapai 40.000 poin pada Mei 2024 sebelum mencapai 45.000 poin pada 4 Desember 2024.

Saat pengumuman Presiden Donald Trump tentang rezim tarif yang meluas mengguncang pasar global pada April 2025, indeks Dow Jones sempat jatuh di bawah 37.000 poin, turun sekitar 18% dari puncaknya di atas 45.000 pada Desember 2024.

Namun, Dow Jones pulih kembali ketika Trump menarik kembali proposal tarifnya yang paling keras. Indeks saham unggulan ini kembali ke 45.000 pada Agustus 2025 sebelum melampaui 46.000, 47.000, dan 48.000 secara berturut-turut dalam beberapa bulan berikutnya.

Tonggak Sejarah Menuju 50.000

Perbesar

Dow Jones menembus angka 49.000 untuk pertama kalinya pada 6 Januari sebelum melampaui 50.000 pada Jumat.

"Sebuah tonggak sejarah yang luar biasa, terutama mengingat kita akan segera mendekati peringatan periode 'tantrum tarif' dalam beberapa bulan mendatang, di mana Dow diperdagangkan hingga mencapai angka 36.000-an, jadi ini merupakan pemulihan dan tren yang cukup signifikan,” ujar Presiden Direktur dan CEO di Mahoney Asset Management, Ken Mahoney.

Dow telah mengalami berbagai pasar bullish dan bearish, dari 1920-an yang gemilang hingga Depresi Besar, euforia gelembung dot-com pada tahun 1990-an hingga kehancuran awal 2000-an, dan penurunan serta pemulihan krisis keuangan 2008 dan pandemi Covid-19 pada awal tahun 2020-an.

Dow hanya terdiri dari 30 perusahaan dan berbobot harga. Sementara itu, S&P 500 dan Nasdaq melacak ratusan perusahaan dan berbobot nilai pasar. Sejarah Dow-lah yang membuat indeks ini unik, menurut Dmytryszyn di Composition Wealth.

“Saya tumbuh besar mendengarkan TV dan radio, dan Anda mendengar apa yang "Indeks Dow Jones sedang berkinerja baik," ujar dia.

"Indeks ini memiliki konteks sejarah dan tradisi di dalamnya."

Amerika Serikat

Wall Street

Dow Jones

Bursa saham

ketidakpastian geopolitik

Advertisement

Agustina MelaniTim Redaksi

Share

Copy Link

Batalkan