EMTK Tambah Kepemilikan Saham SCMA dengan Investasi Rp752,66 Miliar
NERACA
Jakarta— Dorong dominasi kepemilikan saham, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) atau Emtek terpantau menambah porsi kepemilikan pada PT Surya Citra Media Tbk. dengan memborong 2,68 miliar lembar saham anak usahanya yang berkode SCMA tersebut. Informassi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.
EMTK tercatat menggenggam sebanyak 54,75 miliar saham SCMA. Akumulasi saham SCMA tersebut setelah dilakukannya dua kali transaksi pembelian, yakni pada 10 Februari 2026 dan 11 Februari 2026, dengan total sebanyak sebanyak 2,68 miliar lembar. Adapun, pembelian pertama dilakukan sebanyak 351,13 juta lembar saham dengan harga transaksi Rp258 per saham. Sementara itu, pembelian kedua sebanyak 2,33 miliar saham dengan harga transaksi Rp284 per lembar.
Dari kedua transaksi tersebut, EMTK diproyeksikan merogoh kocek sekitar Rp752,66 miliar untuk pembelian sebanyak 2,68 miliar lembar saham SCMA. Status kepemilikan langsung, tujuan transaksi adalah untuk investasi. Setelah transaksi pembelian tersebut EMTK tercatat menggenggam sebanyak 54,75 miliar lembar saham SCMA atau setara dengan 74,02%, melonjak dibandingkan dengan sebelumnya sebanyak 52,06 miliar lembar atau setara dengan 70,39%.
Adapun, berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada 31 Desember 2025, EMTK ketika itu masih menggenggam sebanyak 52,06 miliar lembar saham SCMA (70,39%) atau sama dengan posisi sebelum transaksi pembelian itu terjadi. Di lantai bursa, harga saham SCMA pada perdagangan Rabu (18/2) dibuka dengan harga Rp312 per lembar, setelah pada pekan lalu ditutup pada level Rp306 per lembar.
Sepanjang perdagangan Rabu, kemarin saham SCMA bergerak di kisaran Rp306—Rp318 sebelum akhirnya bertengger di level Rp318 per lembar pada pukul 11.59 WIB. Dengan harga Rp318 per lembar, pergerakan harga saham SCMA sejak awal tahun (year-to-date/YtD) 2026 tercatat melemah 28 poin atau -8,09%, meskipun dalam 6 bulan terakhir telah meningkat 34 poin atau naik 11,97%, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp23,62 triliun.




