KEK Digital Dorong Akselerasi Ekonomi Inklusif Menuju Indonesia Emas 2045
Jakarta - Transformasi digital menjadi prioritas utama pemerintah dalam mewujudkan ekonomi inklusif dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu upayanya dengan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Digital yang diproyeksikan menjadi pusat percepatan akselarasi ekonomi berbasis teknologi di Indonesia. Peran strategis ini ditegaskan dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2025 di Jakarta, Kamis (30/10).
Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang yang hadir sebagai panelis menyoroti peran penting KEK Digital sebagai motor akselerasi transformasi ekonomi berbasis inovasi dan investasi. Melalui pengembangan KEK, pemerintah mendorong terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Indonesia, terutama di luar Pulau Jawa. Disampaikan hingga triwulan III 2025, KEK telah mencatat investasi kumulatif senilai Rp314 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 217.000 orang.
“Mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% tidak bisa hanya mengandalkan pasar domestik. Diperlukan investasi untuk dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi, khususnya di luar pulau jawa,” ujarnya.
Beberapa kawasan seperti KEK Nongsa di Batam, KEK Singhasari di Malang, dan KEK Edukasi, Teknologi, Kesehatan Internasional (ETKI) di Banten kini menjadi contoh nyata integrasi antara infrastruktur berteknologi tinggi dan aktivitas ekonomi berbasis digital.
“KEK menjadi wadah strategis untuk mempertemukan inovasi dan investasi dan melalui KEK Digital, pemerintah berupaya menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru yang mendorong ekonomi nasional lebih merata, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujarnya lebih lanjut.
Di KEK Nongsa, data center berskala internasional telah beroperasi dengan dukungan investor dari Tiongkok dan Hong Kong, sementara investor asal Singapura dan Selandia Baru tengah membangun fasilitas baru. Nongsa bahkan dicanangkan menjadi lokasi pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan data dan keamanan siber nasional.
Selain Sekjen Edwin, talk show bertema “Peran Inovasi Digital dan AI dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan” juga menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor. Diantaranya, Noudhy Valdryno (Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi, Kantor Komunikasi Presiden), Bonifasius Wahyu Pudjianto (Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Digital), Devy Ariani (Executive Director Indonesia Services Dialogue), dengan Theodore Sutarto (Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian) sebagai moderator.
Forum ini menjadi ruang dialog strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan merumuskan langkah konkret dalam membangun ekosistem inovasi digital nasional. Pemerintah menekankan pentingnya penguatan infrastruktur dan kebijakan yang mendukung keamanan siber serta tata kelola data nasional. Transformasi digital tidak hanya dipandang sebagai adopsi teknologi semata, tetapi juga strategi pembangunan jangka panjang yang mampu memperluas inklusi keuangan, meningkatkan efisiensi industri, dan membuka lapangan kerja baru.
Dari sisi kebijakan ekonomi digital, pemerintah melihat transformasi digital sebagai bagian integral dari strategi mencapai pertumbuhan ekonomi 8% melalui tiga jalur utama, seperti peningkatan investasi asing, penguatan perusahaan nasional agar mampu bersaing di tingkat global, dan digitalisasi UMKM agar dapat naik kelas. Noudhy Valdryno menyoroti bahwa strategi tersebut sejalan dengan visi Presiden untuk menjadikan ekonomi digital sebagai motor utama peningkatan kesejahteraan nasional melalui investasi, ekspansi industri lokal, dan pemberdayaan UMKM.
Sementara itu, Bonifasius Wahyu Pudjianto menekankan pentingnya penguatan talenta digital agar kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri dapat teratasi. Pengembangan kapasitas SDM dan literasi digital terus didorong agar masyarakat mampu beradaptasi dengan teknologi dan memanfaatkan peluang ekonomi digital secara aman dan produktif. Selanjutnya, dari sisi dunia usaha, Devy Ariani menggarisbawahi bahwa kecerdasan artifisial (AI) memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi UMKM.
Forum ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan keterlibatan dan pendukung dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta asosiasi-industri seperti Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) sebagai ajang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital Indonesia. (ah/in/nm)
Kepala Biro Investasi, Kerja Sama, dan Komunikasi
Netty Muharni
Website: www.kek.go.id
X: @indonesia_sez
Instagram: @indonesia_sez
Tiktok: indonesia_sez




