Kisah Awal Padi Reborn di Tengah Krisis Moneter 1998
Kutipan News - Padi Reborn, band yang digawangi oleh Fadly, Piyu, Ari, Rindra, dan Yoyo, membagikan pengalaman awal mereka dalam membangun karier di industri musik Indonesia pada masa krisis moneter 1998.
Awal Kejadian
Padi dibentuk di lingkungan Universitas Airlangga, Surabaya, pada Oktober 1997, saat situasi ekonomi Indonesia sedang terpuruk akibat Krisis Moneter. Fadly, sang vokalis, mengenang bahwa penampilan pertama mereka bukan di festival besar, melainkan di acara-acara sederhana di kampus.
Perkembangan
Sebagai band yang baru memulai, Padi tidak mematok tarif tinggi untuk penampilan mereka. Fadly mengungkapkan bahwa mereka lebih mengutamakan kesempatan untuk tampil di depan publik daripada memikirkan bayaran. Di tengah kesulitan ekonomi, bayaran yang mereka terima jauh dari kata mewah. Fadly menyebut istilah "Proyek 2M", yang berarti mereka menerima nasi bungkus dan ucapan terima kasih sebagai imbalan atas penampilan mereka.
Kondisi Terakhir
Meskipun hanya dibayar dengan nasi bungkus, para personel Padi tidak mengeluh dan tetap menikmati setiap momen dalam perjalanan musik mereka, meyakini bahwa usaha mereka akan membuahkan hasil di masa depan.




