Lo Kheng Hong Tambah Kepemilikan Saham Bank Danamon di Tengah Volatilitas Pasar
Investor kawakan Lo Kheng Hong kembali mencuri perhatian pasar setelah terpantau menambah kepemilikan saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) pada awal 2026. Di tengah volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan sentimen pasar yang tidak menentu, langkah ini menegaskan konsistensi Pak Lo dalam memanfaatkan pelemahan pasar sebagai momentum akumulasi saham perbankan yang dinilai memiliki fundamental solid.
Lo Kheng Hong secara terbuka mengungkapkan alasan di balik aksinya memborong saham BDMN. Menurutnya, kinerja Bank Danamon yang terus bertumbuh serta valuasi saham yang dinilai masih murah menjadi faktor utama keputusan investasi tersebut. Ia juga menegaskan tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang sektor perbankan nasional, khususnya Bank Danamon.
Lo Kheng Hong Optimistis Prospek Bank Danamon
Aksi pembelian saham BDMN oleh Lo Kheng Hong masih berlanjut hingga Januari 2026. Berdasarkan data Bank Danamon, kepemilikan saham Pak Lo meningkat menjadi 28,25 juta lembar atau sekitar 0,29% dari total saham beredar, naik dari 26,63 juta lembar pada akhir 2025. Dengan porsi tersebut, Lo Kheng Hong menempati posisi kelima pemegang saham terbesar Bank Danamon dan tetap menjadi investor individu terbesar di emiten perbankan tersebut.
Langkah akumulasi ini dilakukan di tengah tekanan IHSG yang sempat terpuruk. Bagi Lo Kheng Hong, kondisi pasar yang bergejolak justru diibaratkan sebagai “hujan emas” yang perlu dimanfaatkan dengan kesiapan modal dan keyakinan terhadap kualitas emiten. Ia menyebut sektor perbankan sebagai pilihan utama dalam strategi belanja sahamnya saat pasar terkoreksi.
Dari sisi kinerja, Bank Danamon mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,9 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2025, tumbuh 20,08% secara tahunan. Kinerja tersebut ditopang oleh perbaikan kualitas aset, tercermin dari rasio NPL bruto yang membaik menjadi 1,8% serta NPL coverage ratio yang meningkat signifikan. Total aset Danamon juga tumbuh menjadi Rp259,5 triliun per September 2025, didukung pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga yang solid.
Secara keseluruhan, aksi Lo Kheng Hong memborong saham BDMN mencerminkan pendekatan investasi berbasis fundamental jangka panjang. Bagi investor ritel, langkah ini menjadi pengingat bahwa volatilitas pasar tidak selalu berarti ancaman, melainkan dapat membuka peluang pada saham dengan kinerja dan manajemen risiko yang terjaga.
Mulai Investasi Saham Perbankan bersama Ajaib
Memahami strategi investor berpengalaman seperti Lo Kheng Hong dapat menjadi referensi dalam menyusun portofolio yang lebih rasional. Melalui Ajaib, investor dapat memantau kinerja emiten perbankan, laporan keuangan, hingga pergerakan pasar secara real time untuk mendukung keputusan investasi saham yang lebih terukur dan sesuai dengan tujuan jangka panjang.




