Menlu Iran: Krisis di Hormuz Tunjukkan Ketiadaan Solusi Militer
Sumber Foto: fxstreet-id.com
Kutipan Utama

Menlu Iran: Krisis di Hormuz Tunjukkan Ketiadaan Solusi Militer

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa situasi saat ini di Selat Hormuz membuatnya jelas bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis politik.Seiring kemajuan perundingan dengan upaya baik Pakistan, AS harus berhati-hati agar tidak terseret kembali ke dalam kebuntuan oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan. Begitu juga Uni Emirat Arab, kata Araghchi dalam sebuah unggahan di X. Proyek Kebebasan adalah Proyek Kebuntuan, tambahnya.Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, pada hari Senin memperingatkan Iran bahwa negara itu akan dihapus dari muka bumi jika menargetkan kapal-kapal AS yang melindungi kapal-kapal dagang yang melintasi selatSebelumnya pada hari Selasa, media Iran, mengutip sumber militer, melaporkan bahwa AS menyerang dua kapal sipil yang mengangkut barang ke Iran. Laporan tersebut menambahkan bahwa kapal-kapal tersebut tidak terkait dengan Korps Pengawal Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC). Sumber Iran mengatakan lima warga sipil tewasKutipan-Kutipan Utama dari AraghchiPeristiwa-peristiwa di Hormuz menegaskan tidak ada solusi militer untuk krisis politik.Dengan kemajuan dalam perundingan yang dibantu oleh upaya Pakistan, AS dan UEA harus berhati-hati agar tidak terseret kembali ke dalam kebuntuan oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan.Reaksi PasarHarga minyak mentah menarik beberapa pembeli setelah berita. Pada saat berita ini ditulis, West Texas Intermediate (WTI) naik 2,40% pada hari ini di $101,95(Berita ini dikoreksi pada 4 Mei pukul 23:50 GMT/5 Mei pukul 06:50 WIB menjadi West Texas Intermediate (WTI) naik 2,40% pada hari ini di $101,95, bukan turun.) Pertanyaan Umum Seputar Minyak WTI Apa itu Minyak WTI? Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai ringan dan manis karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai Persimpangan Pipa Dunia. Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media. Faktor-Faktor Apa Saja yang Mendorong Harga Minyak WTI? Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga minyak WTI. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI, karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat minyak lebih terjangkau dan sebaliknya. Bagaimana Data Inventaris Memengaruhi harga Minyak WTI? Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Bagaimana OPEC Memengaruhi Harga Minyak WTI? OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota pada pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ mengacu pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.