Penurunan Permintaan Peralatan Marching Band Imbas Efisiensi Anggaran
1. Untuk bertahan hidup pengusaha banting usaha
Menurut Iqbal Khambali, dalam satu set peralatan marching band melibatkan banyak UMKM yang memproduksi komponen seperti perkusi, color guard, alat tiup hingga seragam. Akibat kondisi ini semuanya ikut terdampak. Bahkan saat ini, untuk bertahan hidup karena tidak ada permintaan harus mencari penghasilan lain menjadi tukang ojek hingga jualan kopi.
"Saya punya enam karyawan karena omzet sepi mereka harus giliran kerja agar tetap mendapatkan gaji. Kasihan juga kan kalau saya putus kerja," jelasnya.
2. Awal tahun pemesanan peralatan marching band sepi
Senada dengan pengusaha peralatan marching band dari Bantul, Iksan mengatakan pada tahun 2025 penjualan peralatan marching band menurun cukup tajam. Sampai awal tahun 2026 ini tidak ada lagi pemesanan peralatan marching band dari berbagai sekolahan mulai dari SD hingga SMA di Bantul.
"Biasanya awal tahun ada pesanan untuk dikirim pada pertengahan tahun untuk acara HUT Kemerdekaan RI, tapisampai hari ini sepi pemesanan," katanya.
3. Efisiensi anggaran berdampak pada pelaku UMKM
Padahal, kata Iksan pada tahun 2023 atau 2024 pemesanan peralatan marching band cukup ramai pada awal tahun, meski pengiriman dilakukan menjelang bulan Agustus.
"Ya saya kira efisiensi anggaran dari pemerintah pusat bagus tujuannya namun ternyata kita juga terdampak. UMKM yang biasa memasok peralatan marching band juga terdampak," pungkasnya.




