Romantick dan Band Lokal Ponorogo Jadi Pembuka Konser Dewa 19 di Alun-Alun
PANGGUNG konser Kidung Aruna Kinanthi sudah menggeliat sejak sore sebelum Dewa 19 tampil, Sabtu (30/8) malam. Sederet band lokal manggung bergiliran sebagai opening act yang menyemarakkan puncak rangkaian peringatan Hari Jadi ke-529 Kabupaten Ponorogo itu. Salah satunya adalah Romantick yang menjadi band pembuka sebelum Ahmad Dhani dan kawan-kawan naik panggung.
Mengusung formasi Argo pada gitar 1, Bayu (gitar 2), Rendy (vokal), dan Ikhsan (bass), Romatick tampil memukau. Grup musik yang terbentuk pada 2010 lalu itu membawakan tiga lagu andalannya, yakni Kamu, Menjagamu, dan Ternyata Hanya Sesaat. Dua lagu cover, yaitu Kita Kesana serta Everything You Are milik Hindia juga dimainkan secara apik. ‘’Antuasias penonton membuat kami tampil semangat,’’ aku Ikhsan, bassist Romantick.
Dia menyebut Romantick pernah memiliki sejarah dengan Ahmad Dhani. Dalam audisi Uzone Digital Icon sembilan tahun lalu, Dhani yang menjadi juri menyebut Romantick sebagai band yang asyik dan penuh energi. ‘’Mas Dhani waktu itu bilang bahwa jarang-jarang ada band yang punya vibes (getaran) menarik. Itu menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi besar bagi kami,’’ ungkap Ikhsan.
Ikhsan merasa bangga karena Romantick tampil di panggung yang sama dengan Dewa 19. Apalagi, penonton berjubel memenuhi Panggung Utama Alun-Alun Ponorogo itu. Dia menyebutnya sebagai kesempatan yang langka untuk menambah jam manggung. Meskipun karya-karya Romantick sudah tersedia di berbagai platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music. ‘’Inginnya band Indie seperti Romantick yang dari Ponorogo mampu menembus kancah nasional,’’ harap Ikhsan.
Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko sengaja memberikan panggung bagi band lokal untuk unjuk kebolehan. Kang Giri mencermati para musisi di Ponorogo sudah memiliki album dan lagu ciptaan sendiri. Namun, mereka jarang mendapatkan ruang untuk menampilkan kreativitas. Konser Kidung Aruna Kinanti dengan penampil utama Dewa 19 akhirnya juga menjadi panggung ekspresi bagi musisi lokal Ponorogo. ‘’Mereka punya album, punya lagu dan karya. Hampir-hampir beberapa tahun tidak mendapat ruang untuk berpamer,’’ tegas Kang Giri.
Selain Romantick, ada D’Djadoel, Nareswara, Titik Balik, dan Hompimpah yang mendapat kesempatan tampil di Panggung Utama Alun-Alun Ponorogo. Kang Giri mengungkapkan sengaja mendatangkan Dewa 19 karena ingin memanjakan masyarakat. “Kami ingin menyuguhkan pengalaman yang istimewa. Selama ini yang ingin nonton Dewa harus ke kota tetangga atau malah ke luar daerah, sekarang cukup datang ke alun-alun. Gratis, dan bisa dinikmati bersama-sama,” ujar Kang Giri saat konferensi pers, Jumat (29/8/2025) malam. (kominfo/mey/dna)




