Saham Circle (CRCLX) Melonjak 40% Pasca Laporan Keuangan Kuartal IV 2025
Sumber Foto: Ajaib
Ekonomi

Saham Circle (CRCLX) Melonjak 40% Pasca Laporan Keuangan Kuartal IV 2025

Kutipan News - Saham tokenized Stocks, Circle Internet Financial (CRCLX) melonjak tajam dalam dua hari perdagangan terakhir setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartal IV 2025 yang melampaui ekspektasi pasar. Harga saham tercatat naik sekitar 40%, seiring pertumbuhan pendapatan tahunan (YoY) sebesar 64% dan lonjakan Adjusted EBITDA hingga 104%.

Saham tokenized Circle Internet Financial (CRCLX) mencatat lonjakan signifikan dalam dua sesi terakhir. Berdasarkan grafik perdagangan, harga melesat dari area sekitar Rp1.036.306 ke puncak Rp1.517.012, atau naik sekitar 46% dalam waktu singkat sebelum ditutup di kisaran Rp1.470.541.

Pada kuartal IV 2025, total revenue dan reserve income Circle mencapai US$770 juta. Sepanjang tahun fiskal 2025, angkanya menyentuh US$2,74 miliar. Namun, perusahaan masih membukukan rugi bersih US$70 juta untuk tahun penuh, terutama akibat beban kompensasi berbasis saham senilai US$424 juta.

Kinerja kuat ditopang oleh ekspansi signifikan stablecoin USD Coin (USDC). Sirkulasi USDC naik 72% secara tahunan menjadi US$75,3 miliar, sementara rata-rata USDC beredar hampir dua kali lipat menjadi US$76,2 miliar. Pendapatan cadangan (reserve income) kuartal IV tercatat US$733,4 juta.

Meski demikian, tekanan margin masih menjadi perhatian. Circle membayarkan US$460,6 juta untuk biaya distribusi dan transaksi setara sekitar 63% dari total pendapatan cadangan. Setelah distribusi, perusahaan mempertahankan US$272,8 juta sebagai net reserve income sebelum beban operasional. RLDC margin kuartal IV berada di kisaran 37–40%.

Biaya distribusi naik 52% YoY, mencerminkan meningkatnya pembayaran insentif kepada exchange, wallet, dan platform fintech mitra. Ketergantungan pada sejumlah distributor utama menjadi salah satu risiko struktural yang diakui perusahaan, terutama jika terjadi perubahan skema insentif atau pergeseran arus transaksi.

Di sisi strategi, CEO Jeremy Allaire mengungkapkan bahwa Circle tengah mengeksplorasi peluncuran token native untuk blockchain Layer-1 terbarunya, Arc, setelah testnet diluncurkan pada Oktober lalu. Peluncuran mainnet Arc menjadi salah satu katalis pertumbuhan berikutnya yang dinilai mulai diperhitungkan pasar.

Meski reli signifikan, saham CRCLX masih terkoreksi sekitar 71% dari level tertinggi sepanjang masa di US$300 yang dicapai tak lama setelah IPO. Ke depan, pelaku pasar akan mencermati dinamika suku bunga The Fed, karena penurunan imbal hasil Treasury berpotensi menekan reserve income dan margin perusahaan.