Sektor Saham Syariah Terbesar di BEI: Energi dan Konsumer Unggul
Kutipan News - Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan sektor- sektor saham syariah yang paling dominan dan dapat menjadi pertimbangan investor dalam memilih instrumen investasi berbasis syariah.
Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh, mengatakan hingga Desember 2025, komposisi saham syariah menunjukkan distribusi sektor yang cukup beragam, baik dari sisi jumlah emiten maupun kapitalisasi pasar.
Irwan menjelaskan, jika dilihat dari jumlah saham dan pangsa pasar (market share), sektor barang konsumen non-primer menjadi yang paling dominan di pasar saham syariah Indonesia.
Per Desember 2025, sektor tersebut menguasai sekitar 18% market share terhadap total saham syariah yang tercatat di BEI. Posisi berikutnya ditempati sektor barang konsumen primer, disusul barang baku, energi, dan properti.
"Jadi, kalau kita lihat per Desember 2025, kalau kita bandingkan antara market cap dan numbers sahamnya, maka yang paling dominan itu ada di barang konsumen non-primer sebesar 18% market share -nya terhadap total saham Besar 18% market share-nya terhadap total saham sariah yang ada di BEI," kata Irwan dalam acara Edukasi Wartawan dengan tema Pasar Modal Syariah, secara virtual, Kamis (26/2/2026).
Kelima sektor tersebut menjadi kelompok terbesar karena masing-masing memiliki kontribusi di atas 10% terhadap keseluruhan saham syariah di pasar modal domestik.
"Kemudian yang kedua barang baku, tiga infrastruktur, empat barang konsumen primer, yang kelima properti dan real estate. Jadi ini pertanyaan cukup menarik. Jadi kalau ada yang nanya, kalau saya mau investasi syariah, berinvestasi dari size-nya, maka ada lima sektor industri terbesarnya," ujarnya.




