ASEAN Perkuat Kerja Sama Deteksi Konten AI untuk Atasi Disinformasi
Sumber Foto: ANTARA News
Internasional

ASEAN Perkuat Kerja Sama Deteksi Konten AI untuk Atasi Disinformasi

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia mendorong penguatan kolaborasi regional ASEAN untuk menghadapi penyebaran disinformasi dan konten deepfake pada era kecerdasan artifisial (AI), salah satunya melalui harmonisasi standar deteksi dan pelabelan konten berbasis AI lintas negara.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah menilai upaya ini krusial untuk menjaga kepercayaan publik dan integritas ekosistem penyiaran di kawasan Asia Tenggara.

"Kita perlu mekanisme yang dapat dioperasikan di seluruh ASEAN untuk mendeteksi dan menandai deepfake. Karena kita tahu, lanskap regulasi yang terfragmentasi hanya menguntungkan pelaku kejahatan," kata Edwin sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian di Jakarta pada Kamis.

Ia mengemukakan bahwa AI bisa menjadi kekuatan besar yang mendatangkan banyak manfaat.

"AI ini kan kekuatannya sangat besar sekali, tidak bisa dilawan. Meskipun memang AI membawa bahaya, tapi banyak manfaatnya yang bisa diterima dan yang dibutuhkan adalah integrasi strategis dengan tata kelola yang jelas agar teknologi benar-benar melayani masyarakat," ia menjelaskan.

Edwin menilai sektor usaha penyiaran memiliki peran strategis dalam upaya untuk memastikan manfaat AI dapat diakses secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Kami melihat penyiaran sebagai instrumen penting untuk mengedukasi publik. Jika pemanfaatan AI disebarluaskan melalui sistem penyiaran yang inklusif, risiko kesenjangan akibat AI dapat ditekan," katanya.

Edwin juga menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak membiarkan ruang digital menjadi wilayah tanpa aturan.

Pemerintah telah mewajibkan platform digital untuk menerapkan sistem yang dapat melindungi anak-anak dan mencegah penyebaran konten hoaks.

"Kami juga mendorong platform global menyediakan alat deteksi dan pelabelan konten AI untuk melindungi masyarakat," kata Edwin.

Dia mengapresiasi langkah ASEAN dalam membangun tata kelola AI bersama, mulai dari Panduan ASEAN tentang Tata Kelola dan Etika AI, pembentukan Kelompok Kerja Tata Kelola AI, hingga peluncuran Peta Jalan AI ASEAN yang Bertanggung Jawab (2025–2030).