Desa Prai Ijing Raih Penghargaan ASEAN Berkat Sinergi Budaya dan Ekonomi
Tangerang (ANTARA) - Berhasil memadukan pariwisata berbasis budaya dan alam dengan ekonomi lokal, Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur mewakili Indonesia meraih penghargaan ASEAN Sustainable Tourism Award 2026 yang digelar di Cebu, Filipina.
"Desa ini juga berhasil menghasilkan pendapatan signifikan melalui pendampingan Bakti BCA," kata Marthen Ragowino Bira, Kepala Desa Tebara dalam acara bersama BCA di Tangerang.
Ia mengatakan bahwa kearifan budaya lokal dari Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara mampu mengangkat ekonomi warga sekaligus mengharumkan nama Indonesia di pentas regional.
“Tidak hanya pendanaan, namun pemberdayaan juga menjadi faktor penting bagi perkembangan desa. Pemberdayaan itu harus disesuaikan dengan karakter desa masing-masing, termasuk dari sisi sosial, ekonomi, dan budaya. Di sinilah peran BCA melalui Bakti BCA menjadi sangat bermanfaat,” kata Marthen.
Marthen mengungkapkan adanya program Bakti BCA telah memberikan banyak perubahan di Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara. Menurutnya, desa ini bertransformasi menjadi desa wisata mandiri dengan pelibatan aktif pemuda lokal.
Ia mencontohkan munculnya homestay Prai Ijing, pusat kerajinan tenun Sumba, hingga sejumlah spot foto dengan pesona alam, telah membuat desa wisata ini mengantongi pendapatan Rp1,4 miliar pada 2025 dari sektor pariwisata. Hal ini sejalan dengan kenaikan wisatawan yang mencapai 67% pada tahun yang sama.
Marthen juga menceritakan dengan adanya peningkatan ekonomi warga maka status desa juga meningkat dengan menyandang status Desa Maju. Namun, ia menegaskan hal ini tidak didapat secara instan.
Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara merupakan salah satu 28 desa binaan Bakti BCA (Desa Bakti BCA). Melalui program ini, Bakti BCA memberikan pendampingan komprehensif, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan atraksi wisata, pengelolaan layanan, pembekalan literasi keuangan, perluasan akses pasar, hingga pemberdayaan UMKM lokal.
EVP Corporate Communications & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan transformasi Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi BCA untuk Indonesia.
"Kami sadar pemberdayaan yang baik itu ketika dilakukan secara inklusif, melibatkan warga lokal itu sendiri. Pariwisata lokal memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya memikat wisatawan, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi, budaya, dan keberlanjutan bagi masyarakat," jelas Hera.




