KCIC dan Trip.com Kerja Sama Tingkatkan Jumlah Penumpang Whoosh dari ASEAN
KCIC menyebut tujuh persen dari 6,2 juta penumpang yang diangkut Whoosh sepanjang 2025 adalah turis asing. Mayoritas berasal dari Malaysia.
Oleh Dinny Mutiah
Diterbitkan 19 Februari 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Perbesar
Tanya apapun tentang artikel ini...
Cari
Paling sering ditanyakan
Apa tujuan kemitraan KCIC dan Trip.com?
Berapa target jumlah penumpang Whoosh untuk tahun ini?
Bagaimana Whoosh mengubah pola perjalanan Jakarta-Bandung?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Kemitraan baru dijalin antara PT KCIC selaku operator kereta cepat Whoosh, dan Trip.com, agen perjalanan online (OTA) terbesar asal China. Lewat kerja sama tersebut, KCIC berharap bisa meningkatkan jumlah penumpang asing, khususnya dari ASEAN.
"Tahun lalu itu jumlah penumpang Whoosh 6,2 juta setahun. Tujuh persennya memang orang asing. 401 ribu lah. Dari itu, 43 persennya dari Malaysia, baru Singapura dan negara-negara lain," kata Dwiyana Slamet Riyadi, Direktur Utama KCIC, saat jumpa pers di Jakarta, 12 Februari 2026.
BACA JUGA: FIFA ASEAN Cup Digelar September-Oktober 2026, Timnas Indonesia Bisa Kekuatan Penuh
BACA JUGA: Perbandingan Harga BBM Singapura, Thailland, Vietnam dan Indonesia: Mana Paling Mahal?
BACA JUGA: Ajang China ASEAN Expo, Kemendag: Tiongkok Partner Dagang Kita
BACA JUGA: Perjanjian Dagang ART 2026 Bisa Beri Indonesia Posisi Strategis di ASEAN, Ini Komoditasnya
Ia berharap, kemitraan tersebut bisa semakin meningkatkan pangsa pasar penumpang dari mancanegara, utamanya ASEAN. Selain memperluas kemitraan dengan OTA yang memiliki basis jaringan kuat di luar negeri, pihaknya juga berencana menggelar sejumlah pameran perjalanan di sejumlah negara ASEAN.
Advertisement
"Tahun depan, kami ingin mengadakan Whoosh Travel Fair. Tentunya terbuka kemungkinan untuk berkesempatan berkolaborasi dengan Trip.com, membuka pameran-pameran, travel fair di beberapa negara ASEAN untuk lebih mengenalkan Whoosh," ujarnya tanpa mendetailkan negara ASEAN dimaksud.
Gayung pun bersambut. Krishna Arya, General Manager Trip.com Indonesia, menyatakan bahwa upaya mempromosikan Whoosh ke para pelanggannya sudah masuk dalam agenda prioritas. Singapura dan Malaysia, selain Indonesia, adalah negara target pasar utama.
"Saya rasa ini sangat bisa membantu kita sebagai online travel agent untuk mengenalkan destinasi wisata yang ada di Indonesia, terutama yang bisa cater perjalanan dari Jakarta ke Bandung," kata Khrishna.
Dorong Peningkatan Jumlah Penumpang Whoosh
Perbesar
Selain negara ASEAN, Tiongkok menyusul di posisi ketiga dengan kontribusi lebih dari 60 ribu penumpang pada tahun lalu. Sementara, Jepang dan Korea Selatan secara bersama-sama menyumbang lebih dari 50 ribu penumpang pada tahun lalu.
Pada tahun ini, PT KCIC menargetkan bisa mengangkut 6,5 juta penumpang, baik domestik maupun mancanegara, dalam setahun. Promosi secara daring terus digencarkan dengan harapan semakin banyak pengguna yang memesan tiket secara online.
"80 persen pemesan dari online. Kami harap ada peningkatan lima persen dari online karena kami malah ingin menurunkan penjualan di loket," kata Dwiyana.
Harga tiket Whoosh rute Jakarta-Bandung saat ini diketahui berkisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu per penumpang. Di luar itu, tersedia pula rute dengan perhentian di Padalarang dan Karawang dengan harga lebih miring.
Khusus untuk kemitraan yang dijalin, pengguna Trip.com berkesempatan mendapatkan diskon tiga persen bila membeli tiket Whoosh dengan minimum transaksi Rp150 ribu. Potongan harga itu berlaku untuk penumpang yang memesan di aplikasi mereka.
Ubah Budaya Perjalanan Jakarta - Bandung
Perbesar
Dwiyana menyatakan bahwa pihaknya terus meningkatkan performa di semua tahapan pelayanan, baik di stasiun maupun di dalam kereta. Seiring dengan itu, ia menyimpulkan bahwa Whoosh memiliki segmen pasar yang berbeda dengan penumpang travel atau moda perjalanan darat lainnya.
"Menciptakan ekosistem pelayanan di Stasiun Whoosh atau di Whoos itu enggak mudah. Perlu penyadaran atau perlu sosialisasi yang terus menerus kepada masyarakat, kepada warga yang dilewati jalur kereta api cepat, termasuk kepada pemerintah daerah yang tentunya sangat menikmati pelayanan kereta api cepat," ujarnya.
Ia mengklaim bahwa kehadiran kereta cepat telah mengubah budaya perjalanan, khususnya dari Jakarta-Bandung. Bila dulu pekerja yang di Bandung minimal harus menginap semalam di Bandung atau Jakarta untuk perjalanan dinas, sekarang mereka bisa bolak-balik antara kedua kota dalam sehari dengan waktu tempuh lebih cepat.
"Yang paling menarik adalah mereka yang biasanya tinggal di Bandung, bekerja di Jakarta kos atau sewa apartemen, sekarang enggak perlu lagi. Mereka cukup menggunakan frequent whoosher card yang harganya terjangkau," sahut Dwiyana.
Benefit Trip.com Bermitra dengan Whoosh
Perbesar
Sementara itu, bagi Trip.com, kemitraan dengan KCIC dinilai sebagai momentum strategis. Dengan menghadirkan Whoosh ke dalam ekosistem globalnya, OTA itu menegaskan komitmennya terhadap Indonesia sebagai salah satu pasar utama dengan lebih dari 270 juta penduduk.
"Dengan mengintegrasikan Whoosh, kami membuka akses yang lebih luas terhadap keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia. Dengan lebih dari 400 ribu penumpang internasional yang telah menggunakan layanan Whoosh sepanjang 2025, kami optimistis jangkauan global Trip.com akan semakin mempercepat pertumbuhan pengguna Whoosh dari pasar global pada 2026," kata Krishna.
Ian Luo, Global Commercial Head International Train Business Trip.com Group, menyatakan bahwa kerja sama dengan Whoosh menjadi kemitraan pertama Trip.com di Asia Tenggara. "Visi kami jelas: Train Tickets for Everyone, Everywhere (Menyediakan tiket kereta untuk semua, dimanapun). Bersama KCIC, kami ingin mempersembahkan Whoosh ke dunia, dan dunia ke Whoosh,” ujarnya.
Perbesar
ASEAN
KCIC
Trip.com
kereta cepat
Whoosh
Lifestyle
travel
Advertisement
Dinny Mutiah, Asnida RianiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan




