Pelajar di Bengkulu Tengah Ikuti Pelatihan AI Ready ASEAN Secara Online
Sumber Foto: RRI.co.id
Internasional

Pelajar di Bengkulu Tengah Ikuti Pelatihan AI Ready ASEAN Secara Online

RRI.CO.ID, Bengkulu Tengah - Sebanyak enam sekolah di bengkulu Tengah yakni SMAN 1, SMKN 2, SMPN 1, SMPN 10, SMPN 13 dan SMPN 14 telah melaksanakan kegiatan Implementasi pelatihan AI Ready ASEAN secara online, Jumat (6/02/2026). Sebanyak 210 peserta, ikut serta dalam pelatihan AI yang sejatinya sudah menjadi bagian dalam aktivitas digital mereka.

AI Ready ASEAN merupakan kelanjutan dari kemitraan antara ASEAN Foundation dan Google.org yang bertujuan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan yang siap menghadapi masa depan AI yang sedang berkembang. Program ini dilaksanakan di 10 negara ASEAN.

Koordinator Wilayah Mafindo Bengkulu Gushevinalti mengatakan, tujuannya untuk memberdayakan lebih dari 5.500.000 juta jiwa warga ASEAN tentang keterampilan AI. Di Indonesia program AI Ready ASEAN bekerja sama dengan berbagai Learning Implementation Partner (LIP), seperti Mafindo, Ruang Guru, Kaizen, Coding Bee dan Bebras.

Pelatihan kecerdasan artifisial untuk siswa/mahasiswa, Guru dan Orang Tua. Syllabus AI Ready ASEAN dirancang untuk membangun literasi dan kompetensi fundamental AI bagi empat audiens target: pemuda (youth), orang tua (parents), pendidik (educators), dan master trainer (master tainers).

Isi modul dikelompokkan ke dalam empat kategori utama: AI Fundamental (Dasar AI), AI Usage & Implementation (Penggunaan & Implementasi AI), AI Ethic, Privacy & Security (Etika, Privasi & Keamanan AI), Teaching About AI (Mengajar Tentang AI). Selain itu, program ini juga menyediakan akses ke platform Learning Management System (LMS) pada institute.mafindo.or.id yang memungkinkan peserta mengakses materi pelatihan implementasi secara fleksibel dan berkelanjutan.

Mafindo didukung oleh ASEAN Foundation melaksanakan program AI Ready ASEAN sebagai inisiatif strategis untuk memberikan pelatihan dasar tentang Kecerdasan Artifisial kepada para siswa/ mahasiswa, guru dan orang tua (pendamping anak muda) dari wilayah-wilayah Mafindo, bekerja sama dengan institusi pendidikan dan komunitas lainnya. "Kegiatan menargetkan para siswa agar lebih siap menghadapi tantangan pasar kerja masa depan yang semakin terintegrasi dengan teknologi otomasi|," kata Gushevinalti.

Program ini ucapnya dirancang khusus untuk membekali siswa dengan pemahaman mendalam mengenai teknologi AI sekaligus memperkuat ketahanan terhadap disinformasi di ruang digital. Mafindo menggarisbawahi pentingnya verifikasi informasi di tengah gempuran konten yang dihasilkan oleh AI.