Polres Karanganyar Adakan Pelatihan Kecerdasan Buatan untuk Pelajar
RRI.CO.ID, Karanganyar - Polres Karanganyar bekerja sama dengan ASEAN Foundation menggelar pelatihan bertajuk AI Class ASEAN 2026 di Aula Wira Pratama I Polres Karanganyar. Sebanyak 100 pelajar perwakilan dari 10 SMA dan SMK se-Kabupaten Karanganyar dibekali keterampilan untuk menguasai teknologi kecerdasan buatan secara etis dan bertanggung jawab.
Kapolres Karanganyar, AKBP Arman Sahti, menyatakan bahwa program ini merupakan inisiasi Polda Jawa Tengah bersama ASEAN Foundation yang hanya dilaksanakan di lima Polres terpilih. Karanganyar menjadi salah satu lokasi karena dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan kapasitas digital generasi muda atau Generasi Z yang kini mendominasi populasi.
“Kita harus mengikuti perkembangan zaman agar mampu bersaing di kancah global. Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara Polda Jawa Tengah dengan ASEAN Foundation, dan hanya dilaksanakan di lima Polres. Oleh karena itu, kita patut berbangga karena Polres Karanganyar menjadi salah satunya,” kata AKBP Arman Sahti, Jumat 6 Februari 2026.
Pelatihan ini juga melibatkan Tim Mafindo dan trainer internal Polres Karanganyar untuk memberikan materi mengenai sisi positif dan risiko penggunaan AI. Kapolres menekankan pentingnya bagi pelajar untuk memanfaatkan teknologi ini sebagai alat pendukung kreativitas, bukan sekadar jalan pintas yang mengesampingkan integritas akademik.
“Kita harus mengikuti perkembangan zaman agar mampu bersaing di kancah global. Harapannya ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat dimanfaatkan dengan baik dan benar,” ujarnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jawa Tengah, Indri Astuti, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah proaktif Polres Karanganyar. Ia mengakui bahwa saat ini penggunaan AI di kalangan pelajar sudah sangat masif, terutama dalam membantu pengerjaan tugas-tugas sekolah, sehingga pembekalan etika digital menjadi sangat krusial.
“Kami ingin siswa tidak sekadar menggunakan AI untuk mencari jawaban, tetapi memahami bagaimana teknologi ini dimanfaatkan secara bijak dan bertanggung jawab. Digitalisasi saat ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan,” ucap Indri.
Pihak dinas pendidikan berharap pelatihan semacam ini tidak berhenti pada seremonial saja, namun bisa berkelanjutan. Penguasaan gawai oleh siswa diharapkan tidak hanya untuk hiburan, tetapi bertransformasi menjadi kemampuan memanfaatkan teknologi secara cerdas dan beretika demi menyongsong masa depan digital yang aman.




